Puisi-Puisi Odilia

Kenangan

Untukmu yang telah menjadi Kenangan
terima kasih pernah singgah dalam sebait cerita hidupku.

Engkau meninggalkan sepenggal kisah,
Kini menjadi cerita untuk kukenang

aku yang pernah berharap
aku yang pernah bermimpi
aku yang pernah berangan,
tuk hidup bersamamu sampai nanti. Sirnah.

Terimakasih telah datang, lalu pergi.
Kutak menyesal bersua denganmu
Pun saling mengenal,
hingga kuharus melepaskan dan merasa kehilangan.

darimu kubanyak belajar,
tentang ikhlas
tentang sabar,
tuk bagaimana seharusnya mencintai.

meski tak seperti dulu,
biarlah kita menjadi sahabat.
yang saling melihat dari jauh
yang saling mendo’akan
dan saling bahagia.

Mari melihat kebahagiaan kita masing-masing
meski hanya dengan seulas senyuman
bagiku.
meski tak seperti dulu
kau adalah sahabat terindah.

Ruteng 29/11/2022

Kata Yang Tercecer

Melupakan orang yang pernah hadir dalam kehidupan kita sama halnya mengingat orang yang belum pernah kita kenal sebelumnya,
sulit memang. Namun, pasti ada terang di tengah gelapnya malam.

Menyesal. Terkadang kata kerap hadir dikala sesuatu yang buruk telah terjadi,
meski kata itu tak seharusnya ada,
namun kata itulah yang kerap kali selalu ada dalam benak manusia.

Yang harus kita pahami adalah setiap orang yang pernah hadir dalam kehidupan kita.
Mereka punya peran masing-masing untuk memberikan kita pelajaran yang berharga.

Terlepas dari berbagai cara mereka mengaliri cerita, baik, buruk, sedih, bahagia,
itulah namanya hidup.

Kita berperan di dalam drama kehidupan kita sendiri. Kita yang mengerti apa yang kita rasakan. Jangan pernah memaksa orang lain untuk mengerti kita.
Tugas mereka hanya bisa menilai,
tapi tidak pernah bisa merasakan.

Kita bisa saja menciptakan banyak drama dalam kehidupan kita. Namun jangan lupa,
setiap peran yang kita perankan akan diperhitungkan.

Semua itu harus kita pertanggungjawabkan,
hingga cerita kita berakhir,
dan bersambung dengan kehidupan yang abadi.

Ruteng, 29/11/2022

Sepucuk Surat untuk Bundaku

Dari kejauhan kumerindukanmu bunda.
Ingin selalu ada dekatmu.
Tuk merasakan pelukan hangatmu yang lembut,
Menentramkan jiwa dan ragaku.

Bunda.
Harapan dan impianku,
Itulah harapan dan impianmu.
Maafkan aku bunda sampai saat ini belum bisa mewujudkan harapanmu.

Sejujurnya aku malu dan takut akan mengecewakanmu,
Aku janji dan aku selalu berdoa pada Allah
Semoga secepatnya aku bisa mewujudkan impianmu.

Sejuta harapanku, bunda maafkan aku.
Aku tau engkau sangat menyayangiku
dan selalu mendoakanku.
Kusadari, kutak bisa membalas semua jasamu.

Bunda
Perhatianmu begitu banyak, tak terhitung olehku. Sungguh perhatianmu tak pernah kurang kurasakan. Bak indahnya sinar yang terus menyinariku.

Bunda
Kuberjanji pada diriku sendiri,
Aku akan menyayangimu sampai akhir hidupku
Bunda Doakan aku cepat menyelesaikan studiku
Agar aku cepat kembali di sisimu bunda.

 

Penulis adalah mahasiswi semester delapan, program studi Agroteknologoi, Universitas Nusa Cendana Kupang. Saat ini berdomisili di Kupang.

 
Kepala Puskesmas Mukun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *