Polisi Amankan Komplotan Terduga Pemalak di Jalur Trans Flores

Floreseditorial.com, Labuan Bajo
Polres Manggarai Barat berhasil mengamankan enam terduga pelaku pemalakan dan penganiayaan di jalur trans flores, teptatnya di Wae Nggoal desa Kempo kecamatan Mbeliling, kabupten Manggarai Barat NTT.

Diketahui keenam pelaku sebelumnya menghadang beberapa kendaraan travel yang melintas di jalur trans flores untuk dimintai uang setoran.

“Kami juga mendapat perlakuan tidak adil, mereka hadang mobil kami lalu minta uang”, ungkap salah satu saksi mata yang juga merupakan sopir travel Labuan-Lembor.

Selain menghadang beberapa kendaraan travel, para pelaku juga melempar sebuah kendaraan milik anggota DPRD Manggarai Barat, AJ.

Mendapat perlakuan bejat tersebut, sang sopir menghentikan mobilnya dan bermaksud menanyakan sebab pelemparan kendaraan tersebut.

“Kami turun dari mobil dan beberapa saat kemudian mereka memegang leher saya. Saya hanya diam saja, tidak ada perlawanan”, papar Yuvenus Muliano, sopir pribadi AJ, kepada floreseditorial.com, Sabtu (29/2/2020).

Yuvenus menambahkan, selain memegang leher salah seorang dari mereka sempat melayangkan pukulan di wajahnya.

“Kami berdua tidak bisa berbuat apa-apa, kami pasrah saja. Saya liat juga di tangan mereka ada pegang kayu kudung”, terangnya.

Mendapat perlakuan tak adil, anggota DPRD Manggarai Barat, AJ melaporkan perisitiwa yang menimpa dirinya kepada kepolisian resort Manggarai Barat.

Tidak membutuhkan waktu lama, Polres Manggarai Barat melalui Polsek Werang berhasil mengamankan para pelaku.

“Pelaku penganiayaan sopir pribadi anggota DPRD Manggarai Barat sudah kita amankan. Penyidik saat ini sedang memeriksa para pelaku,” ujar IPTU Ridwan, Kasat Reskrim Polres Mangggarai Barat, Sabtu (29/2/2020).

Ridwan menjelaskan aksi penganiayaan oleh keenam orang itu menimpa seorang sopir pribadi anggota DPRD Manggarai Barat bernama Yuvenus Muliani. Penganiayaan itu terjadi pada Jumat, 28 Februari 2020 sekitar Pukul 15.40 WITA berlokasi di Desa Watu Wangka, Kecamatan Mbeliling.

Sementara itu, anggota DPRD AJ menyerahkan proses sepenuhnya kepada pihak kepolisian.

“Kita serahkan saja kepada pihak kepolisian. Kita ikuti proses hukum yang berlaku”, katanya

Namun demikian, ia berharap kepada semua masyarakat Manggarai Barat untuk tidak melakukan hal serupa karena itu sangat menganggu kenyamanan umum.

“Semoga saya menjadi korban terakhir ya. Cukuplah. Kita ini berada di kota pariwista berkelas super premium. Kenyamanan menjadi point penting sebagai refrensi kunjungan wisatawan”, tutupnya.

Adapun keenam terduga pelaku pemalakan travel tersebut ialah Gregorius EM, Marselus AL, Patrianus S, Yanirius R, Vetsianus S dan Agustinus D sebagai terduga pelaku utama penganiayaan.

Laporan : Edi Risal

 
Kepala Puskesmas Mukun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *