Terkuak: Ada Dugaan Korupsi Dana Rujuk Pasien BPJS Di Manggarai Timur

Borong, floreseditorial.com – Banyak cara yang dilakukan oleh sekelompok orang yang mencoba untuk menggunakan kesempatan menyalahgunakan kewenangannya dalam mengelola keuangan negara.
Kali ini floreseditorial.com berhasil mendapatkan informasi, adanya dugaan korupsi dana Rujuk pasien BPJS yang terdapat disalah satu puskesmas di Manggarai Timur dengan modus tidak mencairkan dana rujuk pasien sebesar Rp. 500.000 per pasien BPJS yang dirujuk.

Bupati Manggarai Ikut Safety Riding Keliling Kota Ruteng
p

Salah seorang pengemudi ambulance yang bertugas disalah satu puskesmas dikabupaten Manggarai Timur, saat diwawancarai dikediamannya pada 19/03/2017 menyampaikan, adanya dugaan koruspi dana rujuk pasien BPJS ini
“Sesuai ketentuan, bahwa saat merujuk pasien BPJS, ada anggaran yang digelontorkan oleh BPJS yang dapat diklaim melalui Dinas kesehatan kabupaten Manggarai Timur, Besar anggaran tersebut sebesar Rp.500.000 per pasien yang dirujuk, kalau tidak salah ini sesuai ketentuan perda” Ujarnya
“Anggaran ini biasanya digunakan untuk, mengisi bensin kendaraan saat merujuk, Uang makan pengemudi mobil ambulance, dan uang makan petugas medis yang merujuk pasien tersebut” Jelasnya
“Namun sampai saat ini pencairan dana tersebut sejak tahun 2015 sudah tidak pernah dicairkan, jelas pengemudi Ambulance ini
“Saya menduga dana – dana ini sudah disalah gunakan dan menguntungkan segelintir orang, bayangkan saja, setiap ada pasien yang dirujuk, kendaraan Ambulance cuma diisi bensin antara Rp. 50.000 – sampai Rp. 100.000, belum lagi Ambulance tersebut diparkir dirumah petugas rumah sakit dan dipakai untuk kepentingan pribadi”

Ratusan THL Akan Datangi Dinkes Matim

Dia melanjutkan “Sedangkan kami pengemudi mobil ambulance maupun perawat tidak pernah mendapat dana tersebut sejak tahun 2015, kemana dana ini?, padahal sesuai ketentuan dana tersebut harus dicairkan kepada kami yang menjalankan tugas merujuk pasien seperti ini” Ujarnya
“Saya berharap penegak hukum lebih pro’aktif dalam menelusuri dugaan penyalagunaan dana ini, bayangkan saja Rp.500.000 per pasien yang dirujuk sejak tahun 2015 sampai sekarang, sudah berapa ratus juta uang tersebut tidak jelas arahnya” Pungkasnya
Sampai berita ini diturunkan, kepala dinas kesehatan kabupaten Manggarai Timur, maupun direktur BPJS Kabupaten Manggarai Timur, belum bisa dihubungi media ini, terkait adanya dugaan korupsi dana rujuk pasien BPJS ini // Yon-FE
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *