Syukuran Pembangunan Gedung Baru pasar Borong Dibatalkan, Pengguna Pasar Ngotot Minta Uangnya Dikembalikan

Borong, floreseditorial.com – Wacana syukuran pembangunan gedung baru pasar Borong, kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, dipastikan dibatalkan.
Pertemuan yang dihadiri oleh sebagian besar pengguna pasar Borong ini, dilaksanakan oleh Ketua RT 005 pasar Borong, karena desakan warga pengguna pasar Agar Ketua RT segera mempertanggung jawabkan keuangan yang sudah dikumpulkan.
Namun ketua RT 005 Pasar Borong, Fransiskus Ipenik jehaman, saat memimpin pertemuan mengatakan sampai saat ini uang belum diserahkan kepadanya
“Uang sejumlah Rp 10.300.000 yang disampaikan kepada bapak ibu sekalian, belum diserahkan kepada saya, uang tersebut masih dipegang oleh Bapak Martinus Mihu, selaku orang yang menagih kepada bapak ibu sekalian, sejak dua minggu yang lalu” Ujar Ketua RT
Mendengar penjelasan ketua RT, warga merasa kecewa, karena uang itu sudah dikumpulkan begitu lama, tetapi tidak dipertanggung jawabkan

p
Baca Juga:
Terkait Pungli Dipasar Borong, Ini Tanggapan Kadis Koperindag Matim & Klarifikasi Redaksi Terkait Penggunaan Foto
Usai Dibangun, Pedagang Pasar Borong Alami Pungutan Liar

Mama Maria, salah seorang pedagang pasar Borong saat dilaksanakannya  pertemuan hari ini (09/02) dikompleks terminal pasar Borong mengatakan agar uang mereka yang sudah ia kumpulkan sebesar Rp. 50.000 dikembalikan
“Saya minta uang saya dikembalikan, kalau pertemuan terus seperti ini, kami melepas dagangan kami, demi menghadiri pertemuan ini, tetapi sampai saat ini, keaman arah uang itu tidak jelas” Ujar Mama Maria
Mendengar mama Maria meminta agar uangnya dikembalikan, spontan para pengguna pasar lainnya mengatakan agar uang mereka dikembalikan
“Ia pak, kembalikan uang kami, acara ini tidak usah dilanjutkan, kita ini pengguna pasar, bukan pemilik pasar, jadi buat apa ada syukuran, kalau mau buat syukuran, harus dilaksanakan oleh pemerintah, karena mereka pemilik gedung, kita cuma pengguna” Ujar salah seorang ibu – ibu diantara kerumunan orang banyak.
Keputusan pembatalan acara syukuran ini diambil setelah sebagian besar pengguna pasar menginginkan acara ini dibatalkan, karena sudah terlalu lama diwacanakan, tetapi tidak dilaksanakan.
Ketua RT 005 sendiri mengatakan akan meminta uang tersebut kepada Bapak Martinus Mihu, agar dikembaliikan kepada warga paling lambat pada hari sabtu (11/02)
“Nanti kita kumpul lagi disini hari sabtu dan uang itu akan dibagikan, sebentar saya akan hubungi Pak Marten Mihu agar uang itu dikembalikan pada hari sabtu” Ujar Ketua RT
Berdasarkan informasi yang diperoleh media ini, Bapak Martinus Mihu sendiri tidak menghadiri pertemuan tersebut, dikarenakan sedang menghantar jenasah Bapak Hardi Sungkowo, sekretaris Dinas Perindakop Kabupaten Manggarai Timur yang telah meninggal dunia, karena Bapak Martinus Mihu merupakan THL pada dinas Koperindag Kabupaten Manggarai TIimur
Untuk diketahui, kebijakan sebagian orang untuk mengumpulkan dana dari para pedagang pasar Borong, dengan alasan untuk untuk syukuran pembangunan gedung Baru pasar Borong dinilai tidak masuk akal oleh sebagian kalangan, salah satunya Budi Abdul syukur.
Politisi PDI-P ini bahkan dengan tegas mengatakan itu adalah pungutan liar, dengan Kedok Syukuran, dimana – mana , pasar yang dibangun itu tidak ada syukuran, kalau mau buat syukuran, harus dilaksanakan oleh Pemilik bangunan yaitu pemerintah, bukan oleh pengguna pasar” Ujar Budi (Yon-FE)
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *