Dugaan Pungutan Liar Pasar di Borong Menguat, sebagian Warga Minta Uangnya Dikembalikan

“Segera lakukan pertanggungjawaban kepada para pedagang, kenapa sampai saat ini uang itu tidak jelas pertanggung jawabannya, ini sudah dua minggu, sejak dilakukannya pungutan, berikan uang itu kepada Kordinator yang sudah disepakati, yaitu ketua RT, karena warga sudah sepakati untuk memilih ketua RT pasar sebagai koordinator” Ujar SF

Borong, floreseditorial.com – Beberapa warga pasar Borong kembali mempertanyakan uang yang sudah mereka kumpulkan kepada beberapa Oknum yang sudah melakukan pungutan dipasar Borong beberapa waktu lalu.
Kepada media ini, Minggu (05/02) KR Salah seorang pengusaha kios dipasar Borong, mempertanyakan kejelasan pertanggung jawaban keuangan dan kapan acara itu dilaksanakan.
“Uang yang sudah kita kumpulkan sampai saat ini belum jelas berapa jumlahnya, dan belum dipertanggung jawabkan, Ujar pedagang Sembako ini” Ujarnya
“Kalau memang Agendanya belum jelas, KR Melanjutkan, Kembalikan saja uang warga, jangan sampai uang itu disalah gunakan natinya kalau sudah terlalu lama didiamkan, kalau mau buat acara , buat acara kecil – keciilan saja, tidak perlu lakukan pungutan hingga puluhan juta rupiah seperti ini, pesta seperti apa yang dikonsepkan sehingga membutuhkan Anggaran seperti itu” Pungkas KR.
Senada dengan KR, SF Salah seorang pedagang Tekstil saat ditemui media ini (05/02) juga menyampaikan hal yang sama. SF mengatakan “Modus pungutan seperti ini harus segera dihentikan, memang saya tidak mengumpulkan uang, karena saya sudah mengerti Modus pungutan seperti ini” Ujar SF.
SF juga mengatakan kekecewaannya kepada pihak yang sudah memungut tetapi enggan mempertanggung jawabkan
“Mereka sudah memungut uang ini, tetapi tidak mempertanggung jawabkan berapa uang yang dikumpul karena informasi hasil pengumpulan uang ini, simpang siur, Ada yang bilang 11 Juta, Ada uang bilang 10 juta 300 ribu, dan ada yang bilang Delapan juta 50 puluh ribu” Ujar nya.
Dia juga meminta agar petugas yang melakukan pungutan segera melakukan pertanggungjawaban kepada para pedagang dan melakukan penyerahan jumlah keseluruhan uang yang sudah dikumpulkan kepada Koordinator acara yang sudah disepakati
“Segera lakukan pertanggungjawaban kepada para pedagang, kenapa sampai saat ini uang itu tidak jelas pertanggung jawabannya, ini sudah dua minggu, sejak dilakukannya pungutan, berikan uang itu kepada Kordinator yang sudah disepakati, yaitu ketua RT, karena warga sudah sepakati untuk memilih ketua RT pasar sebagai koordinator” Ujar SF

Baca Juga:
Usai Dibangun, Pedagang Pasar Borong Alami Pungutan Liar
Toko Kembang Kembali Layangkan Surat Tagihan Hutang Melalui Inspektorat Matim
p

Para pedagang lain jua menyampaikan hal senada, AR, saat ditemui media ini di tempatnya berjualan mengatakan jumlah keuangan yang berhasil dikumpulkan berdasarkan hasil pertemuan degan beberapa pengguna pasar.
“Bedasarkan Informasi dan Data yang saya pegang, sesuai pertanggung jawaban Koordinator pemungutan uang saat pertemuan minggu lalu (30/01) total uang yang sudah terkumpul sebesar Rp 10.300.000” Ujarnya
Lebih jauh AR mengatakan “Kalau dana sudah terkumpul, kenapa tidak segera dilakukan pembentukan panitia, apalagi kita sudah memilih ketua RT 005 untuk menjadi Ketua Pantia Pelaksana” Tutur AR
Sementara ketua RT 005 Pasar Borong, Fransiskus Ipenik, saat ditemui media ini mengatakan ” Sebagai RT saya sudah menjalankan amanah yang diberikan kepada saya untuk mengatur kelancaran acara tersebut” Ujar Ketua RT
Ketua RT melanjutkan ” Sehari setelah pertemuan para pengguna pasar, saya mendatangi petugas yang mengumpulkan uang tersebut dengan membawa kuitansi penerimaan uang”
“Tetapi saya terkejut ketika uang tersebut cuma Rp. 8.050.000, sehingga saya memutuskan untuk tidak menerima uang tersebut, saya takut nanti saya yang disalahkan, karena warga mengetahui jumlah uang tersebut sebesar Rp. 10.300.000″ Ujarnya
Untuk diketahui, beberapa oknum dipasar Borong, bebrapa waktu lalu melakukan pungutan kepada semua pengguna pasar Borong, dengan dalil untuk mengadakan acara syukuran pendirian pasar Borong.
SF yang sebelumya diwawancarai media ini mengatakan ” Sudah hampir 30 Tahun dirinya berdagang , baru kali ini dirinya temukan ada syukuran pasar.
“Sudah hampir 30 tahun saya berdagang, dan baru kali ini saya temukan adanya acara syukuran pasar, lebih anehnya lagi syukuran ini dilakukan oleh pengguna bangunan”
Lebihlanjut dia katakan ” kalau mau buat syukuran, maka yang melakukan syukuran adalah pemilik bangunan, yaitu pemerintag daerah kabupaten Manggarai Timur, Bukan oleh pengguna Bangunan, lagian ini bukan rumah pribadi, untuk apa dibuat syukuran” Pungkasnya (Yon – FE)
 
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *